Foto: Ilustrasi (Google)
Bireuen - Warga Bireuen kembali menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kualitas pelayanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Krueng Peusangan.

Keluhan ini muncul karena pasokan air yang hingga kini belum berjalan maksimal, bahkan sudah tujuh bulan setelah bencana banjir yang melanda daerah ini pada akhir tahun 2025 lalu.

Rina, salah satu warga Kecamatan Jeumpa sekaligus pelanggan PDAM setempat, Senin (15/6/2026) mengaku sangat kecewa karena pasokan air lebih sering terputus dari pada mengalir dengan lancar, padahal ia dan warga lainnya rutin membayar tagihan setiap bulan.

“Lebih sering mati dari pada hidup. Kadang mengalir setetes, terus lancar sebentar dan mati lagi, Untuk sekedar buang air kecil dan wudhu aja kami gak ada lagi air, apalagi seperti kami yang belum ada sumur ini sangat berharap air dari PDAM, ujarnya. 

"Kalau lagi bencana seperti kemarin mungkin kami mengerti dan tidak terlalu mempermasalahkan, tapi kini sudah 7 bulan pasca bencana namun masih juga bermasalah airnya, selalu dengan alasan, Seharusnya pihak pengelola bisa melakukan evaluasi dan introspeksi diri, apakah pelayanan yang diberikan sudah benar-benar terbaik bagi masyarakat?” Ujar Rina dengan nada kesal.

Menurutnya kejadian serupa tidak hanya dialami olehnya saja, namun kerabatnya yang menggunakan layanan PDAM di kawasan Peusangan juga mengalami hal sama, air sering mati juga.

Rina menambahkan, warga semakin terbebani karena pasokan air sering hilang di waktu waktu krusial saat Meugang dan menjelang hari raya Idul Adha. Seperti halnya pagi hari saat ia hendak memulai aktivitas, keran air sama sekali tidak mengalir. Keluhan ini terasa semakin mendesak mengingat hari ini megang bertepatan dengan hari besar keagamaan.

Perlu diketahui, Perumda Air Minum Krueng Peusangan merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sebagian modal usahanya berasal dari Pemerintah Kabupaten Bireuen. Namun, hingga saat ini masih banyak keluhan terkait kinerja perusahaan tersebut.

Masyarakat menilai kurangnya pengawasan dan manajemen yang kurang rapi menjadi penyebab utama masih buruknya kualitas pelayanan yang diterima pelanggan, padahal perusahaan ini didirikan untuk melayani kebutuhan dasar warga Bireuen.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen Perumda Air Minum Krueng Peusangan terkait keluhan yang disampaikan oleh masyarakat.