BPDB dibantu Pemuda dan Warga Setempat Mengevakuasi Warga Yang Terdampak Banjir Luapan (Sumber: Istimewa)


INFO BIREUEN — Hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Kab. Bireuen mengakibatkan meluapnya air dari saluran aliran irigasi di desa-desa dan meluapnya sungai (krueng) mengakibatkan banjir di 10 Kecamatan meliputi 77 desa di wilayah Kabupaten Bireuen (21/01/2023).


Banjir luapan menggenangi jalan lintas Sumatera Sp.Cureh, Kota Juang, Bireuen (Sumber : Alan Kiteng)

Cureh (Desa Geulanggang Gampong) Kec. Kota Juang salah satu daerah yang terdampak banjir luapan irigasi. Dimana ketinggian air bervariasi antara lutut sampai pinggang orang dewasa yang mengakibatkan permukiman warga tergenang air luapan, serta beberapa KK harus di evakuasi ke Meunasah (Mushalla) gampong setempat. 


Warga dan pemuda setempat bahu-membahu membantu mengevakuasi harta benda warga yang terdampak banjir luapan. (Sumber : Istimewa)

Kondisi tersebut disebabkan oleh derasnya debit air sehingga mengakibatkan jebolnya tanggul irigasi didusun Cureh Barat yang berbatasan langsung dengan Desa Pulo Ara. Selain merendam permukiman warga, banjir luapan juga turut merendam persawahan yang baru saja selesai di tanami padi beberapa waktu lalu yang mengakibatkan petani merugi.


Titik kedua tanggul irigasi jebol akibat derasnya debit air (Sumber : Alan Kiteng)

Titik kedua tanggul irigasi jebol akibat derasnya debit air (Sumber : Alan Kiteng)


Hujan dengan intensitas tinggi dimulai sejak pukul 23.00 WIB (kemarin-red) sampai dengan sekarang. Menurut data yang diperoleh dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) mengatakan kondisi tersebut disebabkan oleh belokan dan pertemuan angin (konvergensi) dibeberapa wilayah Aceh, termasuk di Kab. Bireuen. Dimana kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Provinsi Aceh.


BMGK mengimbau akan potensi Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan lain-lain akibat hujan lebat atau hujan dengan durasi lama.

Kondisi seperti ini diperkirakan akan terjadi hingga Senin 23 Januari 2023 mendatang.


Terpantau dilokasi banjir, pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kab. Bireuen bergerak cepat menurunkan 1 unit perahu karet guna mengevakuasi warga yang terjebak banjir luapan irigasi di Desa Geulanggang Gampong (Cureh) Kota Juang Bireuen.


Agus Milanda atau akrab disapa Boh Hate salah satu anggota BPBD Kab. Bireuen mengatakan, air mulai menggenangi permukiman warga pada siang hari yang disertai hujan lebat sebelumnya.

"Setelah beberapa kali terjadi hujan lebat dari pagi sampai siang hari ini, air mulai menggenangi permukiman warga, begitu kami mendapat laporan dari Keuchik dan warga setempat tim piket langsung bergerak cepat turun kelapangan".


"Sekitar jam 17.30 kami dari pemuda Geulanggang Gampong dibantu oleh BPBD, dan petugas kesehatan Kota Juang turut mengevakuasi warga atas nama Darwiyah Dusun Cureh Barat yang baru saja menjalani operasi, sehingga masih terbaring lemas, dan perlu segera di evakuasi dari genangan banjir luapan", terang Masykur, ST., selaku Ketua Pemuda Gampong Geulanggang Gampong.


Tambahnya, selain Darwiyah pemuda desa juga turut mengevakuasi Nurhayati ibu yang sedang menyusui beserta bayi dan anak-anaknya yang lain. Demikian juga dengan perabotan rumah tangga milik warga yang terdampak banjir luapan tersebut.


Dijumpai secara terpisah, Keuchik Geulanggang Gampong Teuku Saifunna Mengatakan sejumlah warga turut di evakuasi ke pekarangan Meunasah dan Perpustakaan desa setempat yang berada dalam 1 komplek yang kondisinya lebih tinggi guna mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


Keuchik beserta warga setempat mengevakuasi lansia yang sedang sakit ke Meunasah setempat (Sumber : Istimewa)


Penulis : Alan Kiteng