Komunitas BackKaru dipanggung Word Music Festival dalam rangkaian acara Festival Panen Kopi Gayo 2022 dengan musik kontemporernya yang khas dengan tabuhan alat musik perkusi Aceh; rapa'i, geundrang dan taktok trieng dengan alat musik eropa; cello, gitar, bass dan recorder. Di Desa Kelitu Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (11/09/22).

Takengon — Suasana hangat Festival Panen Kopi Gayo 2022 memberikan rasa nyaman bagi penikmat musik dan para musisi Word Music Festival.


Festival ini memiliki unsur memupuk rasa positif dengan menampilkan berbagai karya musik dari berbagai daerah, salah satunya Komunitas BackKaru yang mewakili Kabupaten Bireuen. 


Komunitas asal Bireuen ini berhasil membius penonton lewat karyanya di panggung Word Music Festival dalam rangkaian acara Festival Panen Kopi Gayo 2022 dengan musik kontemporernya yang khas dengan tabuhan alat musik perkusi Aceh; rapa'i, geundrang dan taktok trieng dengan alat musik eropa; cello, gitar, bass dan recorder. 


Syair Aceh "jak saweue gampong u nanggroe Ummi, bak teumpat abi pulang pusaka. Jak saweue gampong Ayah ngon Ummi, ka padum rawi hantom meugisa" (pulang ke kampung menjenguk ibu, sudah larut waktu tidak berjumpa, pulang ke kampung menjenguk Ayah dan Ibu, sudah sekian lama rindu terasa), merupakan salah satu Syair yang di bawakan oleh tim BackKaru, dengan menggabungkan tiga karya menjadi satu karya utuh yang dimainkan dengan konsep kontemporer. 


Panggung kedua event ini diselenggarakan di desa Kelitu Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah pada tanggal 10 dan 11 September 2022.


Personil Komunitas BeckKaru asal Bireuen


Rangkaian acara Word Music Festival ini menghadirkan berbagai pagiat-pegiat seni dan budaya nusantara, seperti dari Yogyakarta, Gorontalo, Padang Panjang, Medan, Banda Aceh serta talent-talent lokal Tanoh Gayo lainnya.


Hardiansyah Ay, M.Sn., putra asli tanoh gayo adalah penggagas festival ini dengan selogan "Kebudayaan yang hidup adalah kebudayaan yang dapat menghidupi", terang Afrizal Rendiko, S.Pd., selaku salah satu panitia. 


Sama seperti kata Alan Kiteng salah satu anggota dari BackKaru yang dijumpai dilokasi acara  berharap semoga Festival seni dan budaya ini menjadi besar, hingga dapat memberi warna bagi atmosfir musik Indonesia, khususnya Aceh.