Foto : Ilustrasi

Oleh : Azaleea (Guru SMK- 2019 Hingga Sekarang)


Sebagai guru honorer di sekolah swasta saya ingin sekali menjawab ini, sengaja tidak anonim semoga cerita saya menginspirasi banyak orang.


Tahun 2019 adalah tahun kelulusan saya di Universitas Negeri Malang, ya saya mengambil kuliah di jurusan Pendidikan Teknik Bangunan. Dari dulu saya tidak mempunyai cita-cita menjadi guru karena saya pikir saya tidak terlalu pintar untuk menjadi guru, tidak pernah terfikirkan oleh saya bahwa gaji guru sangat sedikit yang saya pikirkan hanya saya merasa tidak terlalu pintar saja menjadi guru.


Tetapi perasaan yang tadinya tidak ingin menjadi guru seketika berubah ketika saya di semester 7 ditugaskan selama kurang lebih 2 bulan menjadi guru PPL di salah satu sekolah SMK di kota Malang. Selama kegiatan menjadi guru PPL saya sangat dicintai oleh murid-murid di sekolah itu, sungguh bahagia yang hanya saya rasakan selama menjadi guru di sekolah tersebut. Bahkan ketika saya mengajar pada salah satu mata pelajaran ada murid yang mengucapkan terimakasih karena mereka akhirnya bisa menguasai mapel tersebut dan berulang-ulang mengucapkan terimakasih atas ilmu yang saya bagikan kepada mereka. 


Perasaan saya pada saat itu sangat bangga kepada diri saya sendiri, karena saya yang merasa tidak terlalu pintar ini akhirnya dapat memberikan ilmu yang bermanfaat untuk banyak orang.


Dari perasaan bahagia itulah saya akhirnya bertekad lulus kuliah ingin menjadi guru dan tidak terlalu memusingkan mendapatkan gaji kecil tersebut. Singkat cerita saya akhirnya lulus kuliah dan saya segera melamar untuk menjadi guru dan Alhamdulillah saya langsung diterima menjadi guru di salah satu sekolah SMK di Malang pada waktu 3 bulan setelah saya resmi di wisuda.


Jujur saja, pada saat itu ada kekhawatiran saya ketika saya menjadi guru. Saya takut dengan gaji kecil apakah kebutuhan saya tercukupi? Tetapi ibu saya mendukung penuh agar saya menjadi guru dan dapat mengamalkan ilmu yang saya miliki. Dan ibu saya berpesan bahwa pekerjaan guru adalah pekerjaan yang sangat mulia dan pasti Tuhan mencukupi rejeki nya.


Benar saja apa yang di katakan oleh ibuku, gaji saya sangat jauh dari kata sejahtera. Hanya sekitar 1 juta saja, bisa mendapatkan lebih jika ada kegiatan dari sekolah itupun sangat jarang. Jadi bisa dibayangkan bahwa gaji saya sekarang jauh dari kata sejahtera atau cukup.


Tetapi anehnya saya tidak pernah merasa kurang, dan selalu ada saja rejeki tambahan rupiah entah dari mana asalnya. Saya sering mendapati uang kaget yang tiba-tiba saya mendapatkannya. Entah asalnya dari keluarga saya atau pun dari pihak sekolah dan lain-lainnya. Ditambah lagi ini yang sangat penting dari hidup saya adalah saya menemukan suatu ketenangan di dalam hati saya.


Setiap saya mengajar, saya melihat wajah murid-murid yang sangat bersemangat untuk menerima pelajaran dari saya itu bagi saya adalah suatu hal yang berharga yang saya rasakan. Perasaan itu tidak dapat diganti dengan nominal berapapun saya menyebutnya sebagai hal yang “Priceless” tak ternilai.


Selama saya menjadi guru saya juga tidak lepas dari omongan orang-orang, bahkan cemoohan dari orang di lingkungan saya karena gaji saya kecil. Tapi Tuhan tidak diam saja saya diberikan kemudahan didalam urusan saya selama saya menjadi guru, jika dipikirkan kemudahan itu mustahil bagi saya. tapi Allah beri untuk saya mungkin ini salah satu hikmah dari pilihan saya memilih pekerjaan ini.


Jadi dari hal ini saya menarik kesimpulan bahwa hidup ini Sawang-Sinawang.. Orang yang bekerja dengan gaji tinggi belum tentu merasa cukup dan orang yang bekerja dengan gaji kecil juga belum tentu merasa kurang. Semua tergantung dari sudut pandang masing-masing orang tersebut. Dan bekerjalah tidak hanya semata-mata mencari uang/nafkah saja tetapi niatkan dengan niat ibadah, dengan itu akan lebih membuka pintu rejeki dan menarik rejeki kita.


"Untuk Quoran-Quoranwati yang saat ini bekerja sebagai Guru Honorer jangan merasa malu atau sedih karena kita bekerja di pekerjaan yg Halal bahkan ini adalah pekerjaan yg sangat mulia di mata Tuhan dan Negara" Ujar Azaleea.


Dilansir dari https://id.quora.com/Mengapa-orang-orang-masih-memilih-jurusan-kuliah-pendidikan-Bukankah-menjadi-guru-gajinya-kecil