Pembuatan Ranup Bapeuha Adat Aceh 

Bireuen - Desa Cot Iboeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, menyambut hangat kehadiran mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Sultanah Nahrasiyah. Kehadiran mahasiswa KPM tidak hanya menjadi ajang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan tradisi yang masih dijaga oleh masyarakat setempat.Salah satu momen berharga yang diperoleh mahasiswa KPM adalah kesempatan untuk menyaksikan secara langsung proses pembuatan ranup atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Aceh dengan sebutan Bapeuha Ranup. Tradisi ini merupakan bagian penting dalam prosesi adat Aceh, khususnya pada acara intat linto baro (mengantar mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan) dalam rangkaian pernikahan adat Aceh.

Masyarakat Desa Cot Iboeh dengan antusias mengajak mahasiswa KPM untuk melihat dan turut terlibat dalam proses merangkai ranup. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa untuk memahami makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Ranup yang dirangkai dengan berbagai bahan pelengkap bukan sekadar hidangan adat, tetapi juga menjadi simbol penghormatan, kebersamaan, serta penyambutan yang penuh makna dalam budaya Aceh.

Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KPM memperoleh pengalaman budaya yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa apresiasi terhadap kearifan lokal yang masih lestari di tengah masyarakat. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan warga menjadi bentuk nyata dari pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga pada upaya mengenal dan melestarikan budaya daerah.

Tradisi merangkai ranup yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Cot Iboeh menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya Aceh terus diwariskan dari generasi ke generasi. Diharapkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM Universitas Sultanah Nahrasiyah dapat turut menjadi agen yang memperkenalkan dan mengangkat nilai-nilai budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Kehangatan sambutan masyarakat serta kesempatan untuk belajar langsung mengenai adat istiadat Aceh menjadi pengalaman yang berkesan bagi mahasiswa KPM selama menjalankan pengabdian di Desa Cot Iboeh. Hal ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat juga merupakan proses saling belajar, berbagi pengetahuan, dan menjaga warisan budaya yang menjadi identitas bangsa.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program kerja, tetapi juga melalui partisipasi dalam menjaga dan menghargai warisan budaya lokal. Dengan semangat kebersamaan, mahasiswa KPM dan masyarakat Desa Cot Iboeh bersama-sama menunjukkan bahwa budaya Aceh merupakan identitas yang patut dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.