![]() |
| Relawan Taman Iskandar Muda Koordinator Bireuen berfoto bersama para siswa dan dewan guru di tenda SDN 5 Peusangan Siblah Krueng |
BIREUEN — Sudah sembilan bulan berlalu sejak bencana banjir yang merusak bangunan sekolah mereka, puluhan siswa SDN 5 Peusangan Siblah Krueng hingga kini masih harus menjalani proses belajar mengajar di dalam tenda.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Relawan Taman Iskandar Muda (TIM) Koordinator Bireuen. Para relawan hadir untuk memberikan semangat serta berbagi kebahagiaan bersama para siswa dan dewan guru di sekolah tersebut.
Ketua Koordinator TIM Bireuen, Rudi Permana ucapkan rasa syukur hingga saat ini masih bisa berbagi kepedulian kepada sesama penyintas di Aceh.
"Alhamdulillah hingga saat ini kami masih dipercaya untuk berbagi kepedulian kepada sesama, kami para relawan sangat berterima kasih kepada para donatur serta ketua umum Taman Iskandar Muda Ir. H. Muslim Armas atas kepercayaan yang diberikan kepada kami" Ucap Rudi.
Dalam kegiatan itu, Relawan TIM Bireuen melaksanakan berbagai aktivitas bersama para siswa. Selain menyalurkan kebahagiaan, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan gigi yang disampaikan oleh drg. Sri Artati dan drg. Syifa. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan gigi sejak dini.
![]() |
| Penyuluhan kesehatan gigi yang sedang disampaikan oleh drg. Sri Artati & drg. Syifa |
Para relawan juga mengajak anak-anak bermain berbagai permainan. Tawa dan keceriaan terlihat menghiasi wajah para siswa yang selama berbulan-bulan harus mengikuti kegiatan belajar di tengah keterbatasan fasilitas.
Tidak ada dinding yang memisahkan, tidak ada juga ruang kelas yang benar-benar kedap suara. Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan semangat belajar para siswa. Begitu juga dengan para guru, mereka tetap mengajar seperti biasa.
Seorang siswa mengaku kerap merasa kepanasan saat mengikuti pelajaran pada siang hari. Sementara ketika hujan turun, air terkadang merembes masuk ke dalam tenda sehingga mengganggu proses belajar mengajar.
Kepala SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, Masran, mengatakan pihak sekolah hingga saat ini belum mengetahui kapan bangunan sekolah tersebut akan kembali dibangun. Menurutnya, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya dan berkoordinasi dengan dinas terkait, namun belum mendapatkan kepastian mengenai pembangunan maupun revitalisasi sekolah.
“Sudah sembilan bulan sejak sekolah kami hancur akibat bencana banjir, namun sampai saat ini anak-anak masih harus belajar di dalam tenda,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pihak terkait agar bangunan SDN 5 Peusangan Siblah Krueng dapat segera direvitalisasi. Anak-anak yang terdampak bencana tetap memiliki hak untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan layak.
![]() |
| Relawan Tim bermain bersama siswa dan dewan guru di dalam tenda SDN 5 Peusangan Siblah Krueng |
Kegiatan Relawan TIM Bireuen ini juga turut dihadiri oleh Anggota DPR RI periode 2004–2009, H. Zainal Abidin Hussein, S.E. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapannya agar seluruh pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi para siswa.
Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap anak. Anak-anak yang terdampak bencana tidak seharusnya terlalu lama menjalani proses belajar dalam kondisi darurat.
Ia pun meminta agar seluruh pihak yang memiliki kewenangan dapat segera memberikan perhatian dan mencari solusi terhadap kondisi SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, sehingga para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang layak.
“Anak-anak ini harus mendapatkan pendidikan yang layak agar mereka dapat tumbuh dan menjadi generasi yang sukses di masa depan,” ujarnya.
Relawan TIM Bireuen berharap kehadiran mereka tidak hanya membawa sensasi sesaat, tetapi juga menjadi pengingat bahwa masih ada anak-anak yang membutuhkan perhatian. Di tengah keterbatasan, semangat mereka untuk belajar tetap harus dijaga, sembari menunggu dibangun kembali sekolah yang layak untuk mereka.


