Ketua Umum PII Bireuen, Rafly Rafsanjani

BIREUEN — Pelajar Islam Indonesia (PII) Bireuen menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Bireuen, khususnya Sat Reskrim dan Sat Intelkam, atas keberhasilan mengungkap dan menangkap terduga pelaku pencurian aset elektronik di sejumlah fasilitas pendidikan di Kabupaten Bireuen.

Ketua Umum PII Bireuen, Rafly Rafsanjani, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan fasilitas pendidikan sekaligus memberikan rasa aman bagi sekolah, guru, siswa, dan masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah cepat dan kerja keras jajaran Polres Bireuen dalam mengungkap kasus pencurian yang menyasar fasilitas pendidikan. Ini bukan sekadar persoalan kehilangan barang, tetapi menyangkut aset yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar,” ujar Rafly.

Menurut Rafly, pencurian perangkat seperti laptop, komputer, proyektor, Chromebook, dan printer dapat memberikan dampak lebih luas karena fasilitas tersebut merupakan bagian penting dari kegiatan pendidikan dan administrasi sekolah.

PII Bireuen berharap proses hukum terhadap terduga pelaku dapat berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. PII juga mendorong agar seluruh pihak terkait dapat melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan dan pengawasan aset di lingkungan sekolah.

“Kami berharap pengungkapan kasus ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem keamanan fasilitas pendidikan di Bireuen. Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi proses belajar, bukan justru menjadi sasaran tindak pidana,” tegas Rafly.

PII Bireuen juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga fasilitas pendidikan sebagai aset bersama. Menurutnya, perlindungan terhadap sarana pendidikan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat karena keberadaan fasilitas tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan generasi muda.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas pendidikan. Ketika aset sekolah hilang, yang terdampak bukan hanya pihak sekolah, tetapi juga para siswa dan keberlangsungan proses pendidikan,” tutupnya.