Bireuen — Dalam upaya menghadirkan inovasi sederhana yang dapat membantu aktivitas masyarakat, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri 03 Universitas Sultanah Nahrasiyah melaksanakan pembuatan alat penabur pupuk sederhana atau yang dikenal sebagai tampon pada 20 Agustus 2026 di Desa Cot Iboeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja KPM Mandiri 03 yang berfokus pada bidang pertanian. Alat penabur pupuk sederhana ini dirancang untuk membantu petani dalam melakukan proses pemupukan tanaman agar lebih praktis dan tidak lagi sepenuhnya dilakukan secara manual menggunakan tangan.

Dalam proses pembuatannya, mahasiswa menggunakan sejumlah bahan sederhana, di antaranya pipa berukuran ½ inci sepanjang 30 sentimeter, pipa ¾ inci sepanjang 30 sentimeter, pipa 2 inci sepanjang satu meter, sambungan pipa, dop, per pegas, ring klem, skrup, serta kayu kecil.

Proses pembuatan dimulai dengan membentuk lubang pada pipa berukuran ½ inci dan ¾ inci sebagai jalur keluarnya pupuk. Selanjutnya, dibuat lubang memanjang pada bagian belakang pipa ¾ inci yang berfungsi sebagai jalur pergerakan pegas.

Pipa ½ inci kemudian dimasukkan ke dalam pipa ¾ inci dan dipasangi baut melalui jalur pegas yang telah dibuat. Ring klem dipasang sebagai penahan per pegas, kemudian pegas ditempatkan di antara pipa ½ inci dan pipa ¾ inci untuk mendukung mekanisme kerja alat.

Setelah itu, sambungan pipa dipasang pada pipa ½ inci dan disambungkan dengan pipa berukuran 2 inci yang berfungsi sebagai tempat pengisian pupuk. Setelah seluruh komponen dirangkai, alat penabur pupuk sederhana tersebut siap digunakan.

Cara penggunaannya pun cukup mudah. Petani hanya perlu mengisi pupuk ke dalam wadah pipa, kemudian menekan alat ke tanah di sekitar tanaman. Melalui mekanisme tersebut, pupuk dapat keluar melalui bagian bawah alat dan langsung ditempatkan pada area yang diinginkan.

Dengan adanya alat ini, proses penaburan pupuk diharapkan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien. Selain membantu mengurangi proses pemupukan secara manual menggunakan tangan, inovasi sederhana tersebut juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha bagi masyarakat.

Pembuatan tampon penabur pupuk ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KPM Mandiri 03 Universitas Sultanah Nahrasiyah dalam memanfaatkan bahan-bahan sederhana untuk menghasilkan alat yang memiliki manfaat bagi sektor pertanian. Ke depan, alat tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang UMKM bagi masyarakat Desa Cot Iboeh melalui produksi dan penjualan alat penabur pupuk sederhana.