Bireuen — Ribuan warga korban banjir dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Bireuen, Pada Senin (6/4/2026).

Masa aksi damai yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil ini bergerak dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) menuju pusat pemerintahan Kabupaten Bireuen. Mereka datang dengan luapan kekecewaan masyarakat yang merasa nasib mereka terabaikan selama berbulan-bulan pascabencana.

Mereka datang dengan tuntutan kejelasan pemenuhan hak sebagai korban bencana banjir dan tanah longsor di Bireuen

Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis, jurnalis, penyandang disabilitas, para korban banjir, hingga masyarakat pada umumnya. Mereka menuntut hak-hak korban yang dinilai hingga kini belum terpenuhi secara layak.

Sejak empat bulan telah berlalu sejak bencana banjir melanda, namun sebagian besar korban mengaku belum menerima bantuan yang semestinya harus mereka terima. Bantuan seperti Dana Tunggu Hunian (DTH), hunian tetap (huntap), maupun hunian sementara (huntara) disebut belum dirasakan oleh banyak masyarakat yang terdampak.

Aksi ini merupakan yang kedua kalinya digelar. Walau sebelumnya hanya diikuti ratusan orang, kali ini jumlah massa meningkat hingga ribuan.

Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP Bireuen dengan situasi tetap kondusif.

Bupati Bireuen, Mukhlis, bersama Wakil Bupati Razuardi dan jajaran pemerintah daerah terlihat menemui massa untuk berdialog.